Karangpandan, 22 Mei 2026 – Kreativitas dan kepedulian terhadap warisan budaya lokal ditunjukkan secara nyata oleh siswa-siswi Kelas VII SMPN 3 Karangpandan. Melalui pembelajaran berbasis proyek atau Project-Based Learning (PjBL), para siswa sukses menggelar kegiatan membatik dengan mengangkat tema kearifan lokal, yaitu pembuatan Batik Tulis Karanganyar.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah ini diikuti dengan penuh semangat dan antusiasme tinggi oleh seluruh peserta. Melalui proyek ini, siswa tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga terjun langsung mempraktikkan seni membatik tradisional, mulai dari membuat pola hingga proses pewarnaan.







Pembina proyek, Bapak Nyoto Mulyono, S.Pd. bersama tim guru lainnya mengusung jargon ‘Yang Muda yang Membatik’. Kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap kebudayaan daerah sekaligus membekali mereka dengan keterampilan praktis.Proyek PjBL ini adalah wadah bagi siswa untuk ikut melestarikan kebudayaan daerah yang sangat berharga, sekaligus menambah skill atau keterampilan motorik dan estetika mereka.
Proses Panjang Menuju Karya Siap Pakai
Membatik tulis bukanlah perkara mudah. Diperlukan kesabaran, ketelitian, dan ketekunan di setiap tahapannya. Para siswa tampak saling bekerja sama dan fokus menorehkan warna di atas kain putih untuk membentuk motif yang sarat akan makna filosofis.





Saat ini, lembaran-lembaran kain batik hasil karya siswa tersebut masih akan melalui tahap finishing (penyempurnaan) hingga nantinya menjadi karya seni matang yang siap pakai. Produk akhir dari proyek ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai pajangan yang bernilai guna tinggi.
Melalui pembelajaran PjBL bertema kearifan lokal ini, SMPN 3 Karangpandan kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter, terampil, dan bangga akan identitas budaya daerahnya sendiri.
Yang Muda yang Membatik, SMPN 3 Karangpandan Menuju Sekolah Berbudaya dan Berprestasi!
