KARANGPANDAN – Dalam upaya terus meningkatkan mutu pembelajaran dan menyelaraskan diri dengan perkembangan teknologi, SMP Negeri 3 Karangpandan menyelenggarakan Workshop Strategi Implementasi Numerasi dalam Pembelajaran Berbasis Digital. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin, 25 Mei 2026, bertempat di Aula SMP Negeri 3 Karangpandan dengan diikuti oleh seluruh jajaran guru dan karyawan.
Acara dibuka secara resmi dengan pembacaan basmalah bersama yang dipandu oleh Bapak Nyoto Mulyono, S.Pd. selaku Pembawa Acara. Workshop ini menghadirkan narasumber ahli, Ibu Evi Nurtiana, SE., M.Pd., yang memberikan pemaparan komprehensif mengenai integrasi numerasi ke dalam ekosistem digital sekolah.
Dalam sambutannya, Kepala SMP Negeri 3 Karangpandan, Ibu Nuryani, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau juga mengucapkan selamat datang kepada narasumber dan menekankan pentingnya esensi workshop bagi kompetensi tenaga pendidik.
“Dengan diselenggarakannya workshop ini, diharapkan bapak dan ibu guru mampu menumbuhkan sikap berpikir kritis pada diri siswa. Selain itu, guru-guru juga diharapkan mampu menyusun dan mengeksekusi aksi nyata di kelas masing-masing setelah mengikuti workshop ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Ibu Nuryani dalam sambutannya.








Memasuki sesi materi, Ibu Evi Nurtiana menjelaskan bahwa numerasi bukan sekadar keterampilan berhitung atau matematika dasar yang abstrak. Lebih dari itu, numerasi adalah kemampuan praktis untuk memahami, menggunakan, dan menerapkan konsep matematika (seperti angka, simbol, grafik, data, dan tabel) untuk memecahkan masalah sehari-hari serta mengambil keputusan logis.
Untuk mencairkan suasana di tengah padatnya pemaparan materi, disisipkan pula sesi ice breaking. Sesi interaktif ini berhasil mengembalikan fokus, memicu tawa, serta menyuntikkan energi baru bagi para guru dan karyawan agar tetap prima dalam menyerap seluruh materi pelatihan.
Ibu Evi menekankan kerangka implementasi numerasi yang mencakup perubahan mindset, skillset, hingga toolset. Beliau menggarisbawahi bahwa pemanfaatan teknologi di kelas bukan sekadar untuk membuat suasana kelas menjadi ramai, melainkan sebagai alat bantu bagi siswa dalam membaca data, menemukan pola, mencoba strategi baru, dan menjelaskan keputusan mereka secara kritis. Ada 7 prinsip utama yang diperkenalkan dalam merancang pembelajaran numerasi digital ini, yaitu inklusif, kritis, kontekstual, kolaboratif, berkelanjutan, adaptif, dan berbasis data.
Sebagai bentuk evaluasi dan output nyata dari pelatihan ini, para peserta ditantang untuk menyelesaikan beberapa tugas, di antaranya menyusun satu skenario pembelajaran digital, membuat instrumen cek numerasi, serta merancang rencana tindak lanjut (RTL) untuk 30 hari ke depan. Uniknya, para guru juga diminta melakukan praktik menggambar ayam dan organ vital manusia dengan tema numerasi—sebuah metode untuk menjembatani kemampuan berpikir logis (matematika) dengan seni visual (berpikir kreatif) agar kegiatan belajar di kelas nantinya menjadi lebih konkret dan menyenangkan bagi murid.




Melalui program RTL 30 hari yang meliputi tahapan pemetaan, uji coba, refleksi, hingga berbagi, SMPN 3 Karangpandan menargetkan minimal 70% murid ke depannya mampu menjelaskan arti grafik atau data dengan baik. Kegiatan workshop yang berjalan lancar dan produktif ini dicatat oleh Ibu Harmini Kinasih selaku notulis, dan ditutup secara formal dengan pembacaan hamdalah bersama-sama.
